DAMPAK GLOBALISASI
PENGERTIAN GLOBALISASI
(1)
Globalisasi dari kata global artinya universal atau internasioanl. Globalisasi artinya penginternasionalisasian. Globalisasi dapat diartikan sebagai fenomena yang menjadikan dunia seakan mengecil dari segi perhubungan manusia, yang disebabkan oleh perkembangan iptek yang sangat cepat.
Globalisasi merupakan proses kehidupan yang serba luas, relatif tak terbatas dan merangkum segala aspek kehiduapan baik politik, sosial, ekonomi yang dapat dinikmati oleh seluruh umat manusia di dunia.
Bagaimana globalisasi menurut para ahli?
Secara singkat para ahli mengusulkan
pengertian Globalisasi, seperti: Theodore Lavitte (1985), mengartikan globalisasi sebagai proses tumbuhnya kesadaran global, bahwa dunia merupakan sebuah lingkungan yang terbangun sebagai kesatuan yang utuh. Menurut A. Qodri Azizy (2003), globalisasi merupakan perkembangan teknologi, komunikasi, transportasi, informasi secara cepat yang membuat bagian dunia yang jauh bisa dijangkau dengan cepat.
Mansur Fakih (2003: 210) mengartikan globalisasi sebagai proses integrasi ekonomi nasioanal ke ekonomi dunia berdasar pada perdagangan bebas yang sudah ada sejak zaman kolonialisme.
Anthony Giddens (2005:84), mengartikan globalisasi sebagai identifikasi relasi ocal sedunia yang menghubungkan lokalitas yang saling berjauhan sedemikan rupa, sehingga sejumlah peristiwa ocal dibentuk oleh peristiwa yang terjadi pada jarak bermil-mil.
Sedangkan Ulrich Beck (2003), mengartikan globalisasi dengan tiga pengetian dasar yaitu deteritorialisasi, transnasionalisme dan multilokal/translokal.
a. Deteritorialisasi, globalisasi secara singkat dapat diartikan, bahwa batas-batas geografis seakan ditiadakan, baik dalam perdagangan antar ocal , politik, ekonimi dan ocal budaya, dikarenakan kemajuan teknologi,
b.Transnasionalisme, globalisasi secara sederhana dapat diartikan, meniadakan batas-batas geografis seperti blok-blok perdagangan, dengan globalisasi, maka perdagangan dijalanakan oleh kekuasaan organisasi transnasioanal yang bersekala global.
c.Multilokal/Translokal, globalisasi secara mudah dapat diartikan, suatu proses menuju ke hal-hal yang bersifat ocal dan global sama-sama pentingnya.
PROSES GLOBALISASI
(2)
Globalisasi terlahir dari perkebangan ilmu pengetahuan dan teknologi, transportasi, komunikasi, informasi, internet.Yang membuat sesuatu relatif semakin dekat, waktu dan jarak tempuh hampir tidak ada, serta dunia seolah tanpa batas.
Globalisasi pada dasarnya digerakkan oleh ideologi neoliberalisme, kebebasan swasta dari campur tangan pemerintah, penghapusan subsidi negara kepada rakyat, dan keinginan penghapusan ideologi kesejahteraan bersama.
Menurut Mansour Fakih (2003: 211), bahwa globalisasi kelanjutan dari era kolonialisme dan era pembangunan (developmentalisme).
Bagaimana kaitan antara kolonialisme dengan pembangunan dan globalisasi?
Kolonialisme merupakan perkembangan paham kapitalisme di Eropa, yaitu sistem ekonomi yang mengatur proses produksi dan pendistribusian barang dan jasa, pembangunan menekankan pada pertumbuhan ekonomi nasional di dalam negeri sendiri. Sedangkan globalisasi mendorong negara-negara di dunia menjadi pertumbuhan ekonomi global dengan pelaku utamanya adalah perusahaan-perusahaan transnasional.
Bagaimana akibat-akibat yang ditimbulkan dari proses globalisasi?
Proses globalisasi cenderung menimbulkan pandangan beragam baik skeptis, hiperglobalis, dan transformatif, serta menimbulkan pro dan kontra.
Bagaimana pandangan kaum skeptis
terhadap globalisasi?
Paul Hirt dan Graham Thoupson, secara singkat menyatakan, bahwa globalisasi adalah omong kosong, bahwa kesalingketergantungan ekonomi di muka bumi sudah pernah terjadi pada masa yang lalu. Dan transaksi ekonomi lebih banyak berlangsung ditingkat regional dari pada global. Jadi globalisasi adalah suatu mistis belaka.
Bagaimana pandangan kaum hiperglobalis terhadap globalisasi?
Kenichi Ohmae, secara singkat menyatakan, bahwa globalisasi sangat nyata dan dapat dirasakan manfaat dan dampaknya oleh masyarakat.
Bagaimana pandangan kaum transformatif terhadap era globalisasi?
Kaum transformatif mengambil jalan tengah, artinya mengakui tatanan global mengalami perunbahan (transformasi) akan tetapi mengakui pula pola lama masih bertahan.
Bagaimana kelompok yang pro-globalisasi?
Kelompok ini meyakini, bahwa globalisasi bermanfaat dan merupakan keharusan serta tidak terelakkan kehadirannya. Globalisasi merupakan era pembawa kabaikan dan era masa depan yang menjanjikan, yaitu suatu era yang akan memakmurkan masyarakat dunia. Mereka yakin, bahwa globalisasi merupakan formula yang jitu untuk memerangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Adapun klompok pro-globalisasi diantaranya adalah Word Bank, IMF, WTO dan NAFTA.
Bagaimana kelompok anti-globalisasi?
Kelompok ini mengajak masyarakat di negara-negara miskin bersikap anti-globalisasi. Karena, globalisasi identik dengan kapitalisme yang memaksakan kehendaknya. Negara-negara kapitalisme bersikap ambivalen atau berstandar ganda dalam menetapkan kebijakan perekonomian. Maksudnya, dalam persetujuan perdagangan global negara-negara kapitalis mensyaratkan agar menghilangkan hambatan perdagangan, dan bea masuk, tetapi pada prakteknya menutup pasar dari produk-produk luar. Kelompok anti-globalisasi juga mempertanyakan apakah dengan globalisasi negara-negara Asia, Afrika dan Amerika Latin kemiskinannya bisa terkurangi?. Lagi pula dengan era globalisasi justru menimbulkan kerusakan lingkungan, pencemaran udara oleh pabrik-pabrik, dan pencemaran air oleh limbah industri milik kaum kapitalis. Dari sisi kemanusiaan dengan adanya globalisasi terjadi dekandensi moral dikalangan muda, pergeseran nilai, karena arus globalisasi teknologi dan informasi yang tidak terkendali. Adapun kelompok anti-globalisme diantaranya Peoples’ Global Action (Network), International Forum on Globalization (IFG), Corporate Watch, Friends of The Earth, Public Citizen dan sebagainya.
0 komentar
Posting Komentar